Pasalnya pegal dapat muncul dalam banyak hal, seperti setelah berolahraga, bekerja seharian, kurang tidur, hingga saat tubuh sedang melawan infeksi.
Jika Anda merasakan pegal dan bingung harus melakukan apa, baca penjelasan dalam artikel ini sampai akhir untuk menemukan jawabannya!
Badan pegal sering kali disebabkan oleh otot yang bekerja lebih keras dari biasanya. Namun, keluhan ini juga bisa menjadi tanda tubuh sedang mengalami infeksi atau kondisi medis tertentu.
Dengan mengenali perbedaannya, Anda dapat menentukan apakah cukup beristirahat di rumah atau perlu memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Perbedaannya dapat dikenali melalui beberapa tanda berikut.
Baca Juga: Khasiat Mandi Air Hangat Bagi Kesehatan Tubuh
Sebelum mencari cara meredakan pegal, kenali dulu kondisi tubuh Anda. Langkah ini membantu menentukan apakah pegal masih tergolong normal atau perlu penanganan lebih lanjut.
Pegal yang muncul setelah olahraga biasanya berkaitan dengan proses pemulihan otot. Jika keluhan muncul tanpa aktivitas yang jelas, penyebabnya bisa berbeda. Catatan sederhana mengenai waktu munculnya gejala akan memudahkan Anda mengenali polanya.
Pegal pada satu kelompok otot sering berkaitan dengan aktivitas tertentu. Sebaliknya, pegal yang terasa hampir di seluruh tubuh lebih sering ditemukan saat tubuh mengalami infeksi. Lokasi nyeri menjadi petunjuk awal sebelum menentukan langkah penanganan.
Demam menandakan tubuh sedang melawan infeksi. Jika badan pegal muncul bersama suhu tubuh yang meningkat, fokus utama bukan hanya meredakan nyeri otot. Anda juga perlu mencari penyebab infeksi tersebut.
Pegal ringan biasanya masih memungkinkan Anda beraktivitas seperti biasa. Jika nyeri membuat Anda sulit berjalan, mengangkat tangan, atau mengubah posisi tubuh, kondisinya perlu mendapat perhatian lebih. Intensitas nyeri sering membantu membedakan pegal biasa dengan cedera.
Otot yang hanya lelah umumnya tidak menyebabkan pembengkakan yang jelas. Jika muncul memar atau bengkak, kemungkinan terdapat cedera pada jaringan di bawahnya. Kondisi seperti ini sebaiknya tidak dianggap sebagai pegal biasa.
Pegal akibat aktivitas biasanya membaik dalam beberapa hari. Jika keluhan tidak kunjung berkurang atau justru semakin berat, sebaiknya lakukan pemeriksaan. Evaluasi lebih awal membantu menemukan penyebab sebelum kondisinya berkembang.
Baca Juga: Cara Melancarkan Peredaran Darah dengan Air Panas secara Efektif
Setelah mengetahui penyebabnya, Anda bisa memilih penanganan yang lebih sesuai. Cara yang tepat membantu tubuh pulih lebih nyaman sekaligus mengurangi risiko pegal datang kembali.
Otot membutuhkan waktu untuk memperbaiki jaringan yang bekerja keras. Hindari langsung melakukan latihan berat pada area yang masih terasa nyeri. Beri jeda satu hingga dua hari agar proses pemulihan berlangsung optimal.
Berdiam diri sepanjang hari justru dapat membuat otot semakin kaku. Cobalah berjalan santai atau melakukan peregangan ringan selama beberapa menit. Aktivitas ini membantu melancarkan aliran darah ke otot yang tegang.
Dehidrasi membuat fungsi otot tidak bekerja secara optimal. Minumlah air putih secara rutin, terutama setelah berolahraga atau bekerja di bawah cuaca panas. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, proses pemulihan otot juga menjadi lebih efektif.
Protein membantu memperbaiki serat otot yang mengalami kerusakan ringan setelah aktivitas fisik. Anda bisa mendapatkannya dari telur, ikan, ayam, tahu, atau tempe. Lengkapi juga dengan karbohidrat agar tubuh memiliki energi untuk proses pemulihan.
Sebagian besar proses pemulihan otot terjadi saat Anda tidur. Kurang tidur dapat memperlambat regenerasi jaringan dan membuat badan tetap terasa pegal keesokan harinya. Usahakan tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Stres membuat otot di leher, bahu, dan punggung lebih mudah menegang. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks, seperti membaca atau latihan pernapasan. Saat pikiran lebih tenang, ketegangan otot biasanya ikut berkurang.
Air hangat dapat membantu mengurangi rasa kaku pada otot setelah beraktivitas. Kehangatannya membantu meningkatkan aliran darah sehingga otot terasa lebih nyaman. Cara ini lebih cocok dilakukan ketika pegal berasal dari ketegangan otot, bukan cedera yang baru terjadi.
Baca Juga: Kompres Bengkak dengan Air Hangat, Kapan Sebaiknya Dilakukan?
Mandi air hangat cocok dilakukan ketika badan pegal disebabkan oleh kelelahan, otot yang tegang, atau proses pemulihan setelah olahraga.
Suhu hangat membantu otot lebih rileks dan membuat tubuh terasa lebih nyaman setelah beraktivitas.
Namun, jika pegal disertai pembengkakan akibat cedera baru, nyeri hebat, atau demam tinggi, sebaiknya cari penyebabnya terlebih dahulu sebelum menggunakan terapi hangat.
Memahami cara mengatasi badan pegal pegal membantu Anda memilih penanganan yang sesuai dengan penyebabnya.
Setelah mengetahui kapan tubuh membutuhkan istirahat, hidrasi, nutrisi, maupun mandi air hangat, Anda bisa menjadikan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari rutinitas recovery harian.
Agar Anda dapat menikmati air hangat kapan saja tanpa repot, pertimbangkan menggunakan water heater rumah tangga Rheem.
Beragam pilihan water heater listrik Rheem dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah, sehingga rutinitas mandi air hangat menjadi lebih praktis.
Untuk mendapatkan produk Rheem resmi sekaligus informasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, kunjungi DVS World sebagai distributor resmi Rheem.
Tunggu apa lagi? Dapatkan unit water heater yang Anda butuhkan dengan menghubungi Rheem sekarang!
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability