Tap To Call 08001701313

Select a Country

Find a Dealer in your Area

Find a Dealer

When you need a smart, dependable dealer, count on our team of independent professionals for your heating, cooling and water heating needs.
Blog
Blog
Blog
Blog

Adakah Cara Mengatasi Pegal-Pegal pada Ibu Menyusui yang Aman?

| Monday September 21, 2026
cara mengatasi pegal pegal pada ibu menyusui

Cara mengatasi pegal-pegal pada ibu menyusui dapat dimulai dengan memperbaiki posisi tubuh, menopang bayi agar ibu tidak terus membungkuk, dan bergerak ringan di antara waktu menyusui.

Untuk otot yang hanya kaku tanpa cedera, mandi atau kompres hangat dapat digunakan sebagai pendukung kenyamanan.

Pegal saat menyusui sering terasa pada leher, bahu, punggung, pinggang, lengan, atau kaki karena tubuh mempertahankan posisi tertentu dan berulang kali mengangkat bayi.

Health Service Executive Ireland juga mencatat bahwa perubahan postur untuk memberi makan bayi dapat membuat bahu terasa sakit, sementara punggung bawah atau panggul masih dapat terasa nyeri setelah melahirkan.

Namun, pegal seluruh badan yang disertai demam, payudara merah dan nyeri, atau satu kaki membengkak tidak boleh dianggap hanya sebagai kelelahan.

Pelajari pola yang perlu diwaspadai hingga cara mengatasi pegal yang aman agar tidak membahayakan bagi bayi di bawah ini!

Temukan Water Heater Ideal untuk Rumah atau Bisnis Anda!

Bagaimana Cara Mengurangi Pegal saat Sesi Menyusui?

Mengubah cara tubuh menopang bayi biasanya lebih relevan daripada menunggu pegal muncul lalu memijatnya. Periksa posisi berikut sejak awal sesi agar leher, bahu, tangan, dan pinggang tidak terus menahan beban yang sama.

1. Dekatkan Bayi ke Payudara

Duduk atau berbaringlah dalam posisi yang nyaman, kemudian bawa tubuh bayi mendekati payudara tanpa mencondongkan leher dan punggung ke depan.

Panduan NHS mengenai posisi dan pelekatan menyarankan agar bahu serta lengan ibu tetap rileks dan tubuh bayi menghadap serta berada dekat dengan ibu.

2. Topang Punggung, Lengan, dan Kaki

Gunakan sandaran untuk punggung serta bantal untuk membantu menopang lengan atau berat bayi, bukan untuk mendorong kepala bayi ke payudara. 

Jika telapak kaki tidak dapat menapak dengan nyaman, gunakan pijakan rendah agar tubuh tidak terus bergeser atau membungkuk; NHS menyebut langkah ini dapat membantu mencegah punggung terasa sakit sekaligus mengurangi beban ketika kaki pegal saat menyusui.

3. Ganti Posisi Menyusui sesuai Kebutuhan

Posisi duduk bukan satu-satunya pilihan, sehingga ibu dapat mencoba posisi bersandar atau berbaring menyamping jika aman dan nyaman bagi ibu serta bayi.

Apabila pelekatan terasa sakit, bayi sulit menyusu, atau ibu tidak menemukan posisi yang nyaman, mintalah bantuan bidan atau konselor laktasi.

4. Lepaskan Ketegangan Setelah Menyusui

Setelah selesai, turunkan bahu, buka dan tutup telapak tangan, lalu gerakkan leher serta punggung secara perlahan dalam rentang yang nyaman. Peregangan (stretching) tidak perlu dipaksakan atau dilakukan hingga menarik area luka persalinan maupun operasi.

Baca Juga: Manfaat Mandi Air Hangat untuk Ibu Hamil yang Wajib Dipahami

4 Tips Meredakan Pegal di Antara Waktu Menyusui

Waktu istirahat ibu baru sering terpotong oleh kebutuhan bayi, sehingga perawatan diri perlu sederhana dan realistis. Pilih satu atau dua langkah yang sesuai dengan kondisi tubuh tanpa merasa harus melakukan seluruhnya sekaligus.

1. Lakukan Gerakan Ringan secara Bertahap

Berjalan singkat di rumah dan mengganti posisi dapat membantu tubuh tidak terus kaku. Health Service Executive Ireland menyarankan aktivitas setelah melahirkan ditingkatkan secara bertahap dan gerakan dihentikan apabila menimbulkan rasa sakit.

2. Gunakan Hangat untuk Otot yang Kaku

Mandi atau kompres hangat dapat memberi rasa nyaman pada leher, bahu, dan punggung yang tegang tanpa cedera baru maupun pembengkakan.

Gunakan suhu yang nyaman bagi kulit; Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa panas lebih sesuai untuk otot tegang, sedangkan cedera baru umumnya memerlukan dingin.

3. Bagi Tugas dengan Orang Terdekat

Mintalah pasangan atau anggota keluarga mengambil alih tugas seperti menggendong setelah menyusui, mengambil perlengkapan, atau menenangkan bayi ketika memungkinkan.

Jeda singkat tersebut memberi kesempatan kepada ibu untuk makan, mandi, mengubah posisi, atau beristirahat tanpa menambah beban pada tubuh.

4. Penuhi Kebutuhan Makan dan Cairan

Usahakan makan teratur dengan menu beragam dan minum sesuai rasa haus serta aktivitas. 

Kebutuhan sejumlah mikronutrien meningkat selama menyusui, tetapi CDC tidak menyarankan semua ibu mengonsumsi suplemen yang sama; kebutuhan khusus sebaiknya dibahas dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Kompres dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Relaksasi

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat Pereda Nyeri?

Status menyusui tidak berarti semua obat dilarang, tetapi keamanan setiap obat perlu dinilai berdasarkan zat aktif, dosis, durasi penggunaan, usia dan kondisi bayi, serta kesehatan ibu.

Jangan memilih obat hanya dari klaim “alami” atau menghentikan kegiatan menyusui tanpa saran tenaga kesehatan.

American College of Obstetricians and Gynecologists mencantumkan paracetamol dan ibuprofen sebagai pilihan lini pertama untuk nyeri setelah melahirkan pada ibu yang memberikan ASI.

Namun, penggunaan pribadi tetap perlu dikonfirmasi kepada dokter atau apoteker, terutama ketika bayi baru lahir, prematur, atau memiliki kondisi medis.

Untuk memeriksa zat aktif tertentu, basis data LactMed dari National Library of Medicine menyediakan informasi mengenai kadar obat dalam ASI dan kemungkinan dampaknya pada bayi.

Jangan mengandalkan nama merek karena produk dengan nama berbeda dapat mengandung zat aktif yang sama.

Periksa pula zat aktif dalam koyo, balsem, minyak, atau krim pereda nyeri dan hindari mengoleskannya pada payudara atau area yang dapat bersentuhan dengan mulut maupun kulit bayi tanpa petunjuk yang jelas.

Segera cari bantuan apabila ibu atau bayi menunjukkan reaksi setelah penggunaan obat atau produk tertentu.

Kapan Pegal Bukan Sekadar Akibat Posisi Menyusui?

Tidak semua nyeri setelah melahirkan berasal dari postur. Perhatikan lokasi, waktu muncul, dan gejala penyerta agar kondisi yang membutuhkan pemeriksaan tidak tertutup oleh anggapan bahwa ibu hanya kurang tidur.

1. Payudara Nyeri Disertai Demam atau Badan Pegal

Payudara yang terasa panas, bengkak, nyeri, atau memiliki area kemerahan bersama demam, menggigil, dan badan pegal dapat mengarah pada mastitis. NHS menyarankan pemeriksaan apabila kondisi memburuk atau tidak membaik setelah perawatan awal.

2. Satu Kaki Bengkak, Hangat, atau Sangat Nyeri

Pembengkakan, kemerahan, rasa hangat, dan nyeri pada satu kaki, terutama hingga enam minggu setelah melahirkan, memerlukan pertolongan medis karena dapat menjadi tanda pembekuan darah. CDC memasukkannya sebagai salah satu tanda peringatan maternal yang mendesak.

3. Nyeri Pinggang atau Panggul Tidak Membaik

Nyeri pinggang saat menyusui yang terus berulang, semakin berat, atau disertai mati rasa, kelemahan, dan kesulitan berjalan sebaiknya diperiksakan.

Dokter atau fisioterapis dapat membantu menilai apakah keluhan berkaitan dengan pemulihan setelah persalinan, otot dan sendi, atau penyebab lain.

4. Tanda Lain yang Memerlukan Pertolongan Segera

Daftar tanda peringatan maternal CDC juga menganjurkan pertolongan segera jika pegal disertai sesak napas, nyeri dada, sakit kepala berat, gangguan penglihatan, pingsan, perdarahan banyak, demam 38 derajat Celcius atau lebih, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri maupun bayi.

Sampaikan kepada tenaga kesehatan bahwa Anda baru melahirkan atau sedang menyusui agar kondisi tersebut dapat dinilai dengan konteks yang tepat.

Baca Juga: Bathtub Jacuzzi atau Biasa? Kenali Jenis yang Lebih Tepat untuk Kebutuhan Anda Di Sini!

Cari Water Heater Terbaik untuk Rumah dan Bisnis Anda?

Sediakan Waktu Nyaman bagi Ibu dengan Air Hangat yang Praktis dari Water Heater di Rumah!

Ketika bayi sedang bersama pasangan atau anggota keluarga lain, mandi hangat dapat menjadi jeda sederhana untuk relaksasi bagi ibu.

Air hangat bukan pengobatan untuk mastitis, pembekuan darah, cedera, atau penyebab medis lain dan sebaiknya tidak digunakan untuk menunda pemeriksaan.

Ketersediaan air hangat dengan suhu stabil membuat rutinitas tersebut lebih praktis tanpa harus memanaskan air setiap kali diperlukan.

Anda dapat mempertimbangkan water heater listrik Rheem berdasarkan jumlah pengguna, pola mandi keluarga, daya listrik, dan ruang pemasangan.

Untuk membantu memilih unit yang sesuai bagi keluarga, konsultasikan kebutuhan dengan menghubungi Rheem atau DVS World sebagai distributor resmi Rheem di Indonesia.

Jadi tunggu apa lagi? Langsung dapatkan unit water heater yang dibutuhkan di Rheem sekarang!

Related Posts

Dengan terus menggunakan situs web ini, Anda menyetujui penggunaan cookie kami. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pernyataan Privasi kami.

Setuju