Langkah yang efektif bergantung pada penyebab pegal, apakah dipicu oleh aktivitas fisik, ketegangan otot, atau kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan yang tepat. Pastikan Anda memahami penyebab dan solusi yang tepat di bawah ini!
Sebelum mengatasi betis yang pegal, kenali dulu apa yang memicunya. Penanganan yang tepat membantu mempercepat pemulihan sekaligus mengurangi risiko keluhan muncul kembali.
Betis membutuhkan waktu untuk memulihkan serat otot yang bekerja terlalu keras. Kurangi aktivitas yang memberi beban berlebih hingga rasa pegal mulai berkurang. Setelah kondisinya membaik, Anda bisa kembali beraktivitas secara bertahap.
Duduk atau berbaring terlalu lama dapat membuat otot betis semakin kaku. Berjalan santai selama beberapa menit membantu melancarkan sirkulasi darah ke otot.
Cara sederhana ini sering membuat betis terasa lebih nyaman dibandingkan tidak bergerak sama sekali.
Kurangnya cairan dapat memengaruhi kerja otot dan meningkatkan risiko pegal maupun kram. Pastikan Anda minum air putih yang cukup sebelum, selama, dan setelah beraktivitas. Jika banyak berkeringat, imbangi juga dengan makanan yang mengandung elektrolit.
Otot membutuhkan protein untuk memperbaiki jaringan setelah digunakan beraktivitas. Anda bisa memilih sumber protein seperti ikan, ayam, telur, tahu, atau tempe. Lengkapi dengan buah dan sayuran agar kebutuhan vitamin serta mineral tetap terpenuhi.
Sepatu yang tidak sesuai dapat memberi tekanan berlebih pada otot betis saat berjalan. Pilih alas kaki yang mendukung bentuk telapak kaki dan nyaman digunakan dalam waktu lama. Kebiasaan ini membantu mengurangi beban yang diterima otot setiap hari.
Air hangat membantu otot yang tegang terasa lebih rileks setelah digunakan beraktivitas. Kehangatannya juga dapat meningkatkan aliran darah ke area betis. Cara ini lebih tepat dilakukan ketika pegal disebabkan oleh kelelahan otot, bukan cedera yang baru terjadi.
Betis yang terus terasa pegal selama beberapa hari atau sering kambuh sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan membantu mengetahui apakah keluhan berkaitan dengan otot, saraf, atau pembuluh darah. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi tenaga kesehatan.
Baca Juga: Manfaat Mandi Uap untuk Menenangkan Tubuh dan Pikiran
Peregangan membantu menjaga kelenturan otot sekaligus mengurangi rasa kaku setelah beraktivitas. Lakukan setiap gerakan secara perlahan dan hentikan jika muncul nyeri tajam.
Berdirilah menghadap dinding, lalu letakkan kedua tangan pada permukaannya. Langkahkan satu kaki ke belakang sambil menjaga tumit tetap menempel di lantai. Tahan posisi selama 20-30 detik sebelum berganti sisi.
Posisikan satu kaki di depan dan tekuk sedikit lututnya. Kaki belakang tetap lurus agar otot betis terasa tertarik dengan nyaman. Lakukan tanpa memantul agar peregangan tetap aman.
Berdirilah di anak tangga dengan tumit menggantung di tepinya. Turunkan tumit secara perlahan hingga betis terasa meregang. Gerakan ini membantu meningkatkan fleksibilitas otot bagian belakang tungkai.
Duduk dengan kedua kaki lurus ke depan. Lingkarkan handuk pada telapak kaki, lalu tarik perlahan ke arah tubuh. Peregangan ini cocok dilakukan setelah berjalan jauh atau berolahraga.
Putar pergelangan kaki searah jarum jam, kemudian lakukan ke arah sebaliknya. Gerakan ini membantu mengurangi kekakuan pada area betis dan pergelangan kaki. Lakukan beberapa kali dengan tempo yang nyaman.
Baca Juga: Cara Relaksasi dengan Air Hangat untuk Meningkatkan Kesehatan
Kompres dingin lebih disarankan pada 24-48 jam pertama setelah cedera atau ketika betis mengalami pembengkakan karena membantu mengurangi peradangan.
Sebaliknya, kompres hangat lebih cocok digunakan saat betis terasa pegal akibat otot yang tegang atau lelah setelah beraktivitas karena membantu meningkatkan sirkulasi darah.
Jika nyeri tidak membaik, semakin berat, atau disertai pembengkakan yang signifikan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Betis yang pegal hanya pada satu sisi sering kali disebabkan oleh penggunaan otot yang tidak seimbang atau aktivitas tertentu.
Namun, Anda perlu lebih waspada jika keluhan muncul tanpa penyebab yang jelas, disertai bengkak, kemerahan, terasa hangat saat disentuh, atau membuat Anda sulit berjalan.
Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Rekomendasi Water Heater Mandi Hemat Listrik yang Terbaik
Cara menghilangkan pegal di betis akan lebih efektif jika disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
Selain istirahat, peregangan, dan memenuhi kebutuhan cairan, mandi air hangat juga dapat membantu merilekskan otot setelah seharian beraktivitas.
Agar manfaat air hangat bisa Anda rasakan kapan saja, tentu akan lebih nyaman jika tidak perlu lagi merebus air sebelum mandi.
Air hangat yang selalu tersedia membuat rutinitas recovery setelah olahraga maupun aktivitas harian menjadi lebih praktis.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Anda dapat mempertimbangkan water heater rumah tangga Rheem yang menyediakan air hangat untuk penggunaan sehari-hari.
Beragam pilihan water heater listrik Rheem tersedia sesuai kebutuhan rumah Anda. Jika ingin mendapatkan rekomendasi produk yang tepat atau membutuhkan informasi lebih lanjut, hubungi Rheem atau kunjungi DVS World sebagai distributor resmi Rheem!
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability