Kompres dingin lebih sesuai untuk cedera baru yang disertai bengkak, sedangkan air hangat dapat membantu merilekskan paha yang terasa kaku tanpa tanda cedera.
Namun, âcepatâ bukan berarti pegal selalu dapat hilang seketika. Langkah yang tepat dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan, tetapi waktu pemulihannya tetap bergantung pada penyebab dan kondisi otot.
Oleh karena itu sebelum melakukan penanganan, pastikan Anda mengetahui apa penyebab kaki pegal. Apakah sekadar memang lelah beraktivitas atau ternyata ada hal lain yang perlu diperiksakan lebih lanjut.
Langsung simak penjelasan lengkapnya di sini!
Pegal di paha tidak selalu berasal dari kondisi yang sama. Memeriksa waktu munculnya keluhan, sensasi yang dirasakan, dan keberadaan bengkak dapat membantu Anda memilih langkah awal yang lebih aman.
Paha yang terasa berat, kaku, atau lelah setelah berjalan, menaiki tangga, berolahraga, duduk, maupun berdiri terlalu lama umumnya berkaitan dengan ketegangan otot.
Pada kondisi ringan, Anda biasanya masih dapat menggerakkan dan menopang tubuh dengan cukup nyaman.
Rasa pegal yang baru muncul satu atau dua hari setelah olahraga juga dapat berkaitan dengan delayed onset muscle soreness atau DOMS. Kondisi ini biasanya membaik dalam beberapa hari dengan pemulihan yang cukup dan aktivitas ringan.
Waspadai nyeri tajam yang muncul tiba-tiba saat berlari, melompat, menendang, atau mengangkat beban.
Sensasi seperti otot tertarik atau robek, diikuti memar, bengkak, kelemahan, atau kesulitan berjalan dapat mengarah pada cedera otot paha.
Cedera semacam ini tidak sebaiknya langsung dipijat atau diberi peregangan kuat. American Academy of Orthopaedic Surgeons menyarankan istirahat dan kompres dingin sebagai bagian dari penanganan awal cedera paha.
Pegal atau nyeri yang disertai pembengkakan pada satu kaki, kemerahan, kulit terasa lebih hangat, dan nyeri saat disentuh memerlukan pemeriksaan.
Kombinasi gejala tersebut juga dapat ditemukan pada gangguan pembuluh darah seperti deep vein thrombosis.
Segera cari pertolongan medis apabila keluhan kaki disertai sesak napas, nyeri dada, atau pusing. Mati rasa, kelemahan, nyeri hebat, dan ketidakmampuan berjalan juga tidak sebaiknya dianggap sebagai pegal biasa.
Baca Juga: Beberapa Khasiat Mandi Air Hangat Bagi Kesehatan Tubuh
Setelah memastikan tidak ada tanda bahaya, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi ketegangan dan rasa tidak nyaman. Pilih tindakan yang sesuai dengan kondisi paha, bukan melakukan semuanya sekaligus.
Hentikan sementara aktivitas yang membuat pegal bertambah, seperti berlari, menaiki tangga berulang kali, atau mengangkat beban berat. Istirahat relatif memberi kesempatan kepada otot untuk pulih tanpa harus membuat Anda berbaring sepanjang hari.
Jika masih nyaman, tetap lakukan aktivitas ringan di rumah. Jangan memaksakan gerakan apabila paha terasa semakin sakit ketika menahan beban.
Jika keluhan muncul setelah gerakan mendadak, benturan, atau cedera dan disertai bengkak, tempelkan kompres dingin yang sudah dibungkus kain. Gunakan selama sekitar 15â20 menit dan jangan menempelkan es langsung pada kulit.
Kompres dingin membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada cedera baru. Untuk cedera otot, Mayo Clinic menyarankan penggunaan es selama 15â20 menit setiap dua hingga tiga jam pada beberapa hari pertama.
Air hangat lebih sesuai ketika paha terasa kaku atau tegang setelah beraktivitas tanpa cedera baru, memar, maupun pembengkakan.
Suhu hangat dapat membantu otot yang tegang menjadi lebih rileks sehingga paha terasa nyaman saat kembali digerakkan.
Anda dapat mandi air hangat atau menempelkan handuk hangat selama sekitar 15â20 menit.
Gunakan suhu yang nyaman bagi kulit dan hentikan jika kulit terasa terlalu panas, perih, atau memerah berlebihan.
Setelah rasa tidak nyaman mulai berkurang, coba gerakkan kaki dalam rentang yang masih terasa nyaman.
Berjalan singkat atau menekuk dan meluruskan lutut secara perlahan dapat membantu mengurangi rasa kaku akibat terlalu lama diam.
Gerakan ringan berbeda dengan melanjutkan latihan berat. Jika gerakan menimbulkan nyeri tajam atau membuat keluhan semakin berat, hentikan dan berikan waktu istirahat lebih lama.
Untuk paha depan, tekuk lutut secara perlahan dan arahkan tumit mendekati bokong sambil berpegangan pada kursi atau dinding.
Jika bagian belakang paha yang terasa tegang, luruskan satu kaki ke depan dengan tumit menyentuh lantai, lalu condongkan tubuh sedikit dari panggul tanpa membungkukkan punggung.
Lakukan peregangan dengan lembut tanpa gerakan memantul. Anda cukup merasakan tarikan ringan; rasa sakit menandakan bahwa gerakannya terlalu jauh.
Pijatan lembut dapat membantu paha yang tegang terasa lebih nyaman. Gunakan telapak tangan dengan tekanan ringan dan hindari menekan satu titik secara kuat.
Jangan memijat paha yang bengkak, memar, terasa panas, atau sangat sakit saat disentuh. Hindari pula memukul atau meminta orang lain menginjak paha karena tekanan berlebihan dapat memperburuk cedera yang belum teridentifikasi.
Minum yang cukup, tidur, dan makan dengan gizi seimbang membantu mendukung proses pemulihan tubuh. Namun, menambah cairan atau suplemen tertentu tidak otomatis menghilangkan pegal apabila penyebab utamanya adalah cedera.
Jangan kembali melakukan latihan berat hanya karena rasa sakit mulai berkurang sesaat. Tubuh tetap memerlukan waktu untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kelelahan.
Baca Juga: Kapan Sebaiknya Waktu yang Baik Merendam Kaki dengan Air Hangat?
Meredakan rasa pegal merupakan langkah awal. Anda juga perlu memperhatikan perkembangan keluhan dan menyesuaikan aktivitas agar paha tidak kembali menerima beban berlebihan.
Pegal ringan akibat aktivitas atau DOMS umumnya berangsur membaik dalam beberapa hari. Cedera otot dapat membutuhkan waktu lebih lama, tergantung pada lokasi dan tingkat kerusakannya.
Keluhan yang tidak membaik setelah perawatan rumahan, terus berulang, atau semakin berat perlu diperiksakan. Hindari menentukan tingkat cedera hanya berdasarkan lamanya rasa sakit.
Aktivitas dapat ditingkatkan secara bertahap ketika Anda sudah dapat berjalan dan menggerakkan paha tanpa nyeri berarti. Mulailah dari intensitas lebih rendah, lalu perhatikan respons paha selama dan setelah aktivitas.
Jangan memaksakan olahraga ketika otot masih terasa sangat sakit atau lemah. Kembali berlatih terlalu cepat dapat membuat jaringan yang belum pulih menerima tekanan tambahan.
Tingkatkan intensitas olahraga secara bertahap dan berikan waktu pemulihan di antara latihan. Pemanasan, teknik gerak yang tepat, dan jeda saat duduk atau berdiri lama juga membantu mencegah paha menerima beban yang sama terus-menerus.
Jika pegal selalu muncul saat melakukan gerakan tertentu, evaluasi latihan, alas kaki, posisi kerja, atau postur Anda. Fisioterapis dapat membantu apabila masalah tersebut berulang atau mengganggu gerak.
Baca Juga: Mandi Air Hangat Setiap Hari? Boleh Kok, Ketahui Syaratnya di Sini!
Pegal ringan biasanya dapat membaik dengan perawatan mandiri. Namun, konsultasikan dengan dokter apabila nyeri tidak kunjung membaik, sering berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.
Dapatkan pemeriksaan lebih cepat jika terdapat:
Keluhan yang disertai sesak napas atau nyeri dada memerlukan pertolongan medis segera.
Air hangat dapat menjadi bagian dari pemulihan ketika paha terasa kaku atau tegang tanpa tanda cedera baru.
Mandi menggunakan suhu yang nyaman membantu tubuh beristirahat setelah beraktivitas sekaligus membuat area paha lebih mudah digerakkan secara perlahan.
Agar rutinitas tersebut lebih praktis, Anda dapat menggunakan water heater listrik Rheem untuk menyediakan air hangat dengan suhu yang stabil di rumah. Air hangat tetap berfungsi sebagai pendukung relaksasi, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atau penanganan medis.
Temukan produk yang sesuai dengan kebutuhan keluarga melalui DVS World sebagai distributor resmi Rheem di Indonesia.
Anda juga dapat langsung menghubungi Rheem hari ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai pilihan water heater yang tepat!
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability