Langkah pertama yang tepat bukan langsung memijat atau merendam kaki. Perhatikan apakah terdapat bengkak, memar, perubahan warna, kesemutan, mati rasa, serta hubungan keluhan dengan aktivitas.
Dengan membaca pola keluhannya terlebih dahulu, Anda dapat memilih cara yang lebih sesuai sekaligus menghindari tindakan yang berpotensi memperburuk kondisi.
Menurut Healthdirect Australia, nyeri kaki dapat terasa tajam, tumpul, terbakar, atau disertai kebas. Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab, sehingga lokasi dan waktu munculnya keluhan sama pentingnya dengan tingkat rasa sakit.
Jika keluhan muncul setelah berjalan lebih jauh, naik turun tangga, berolahraga, atau berdiri lebih lama dari biasanya, otot mungkin menerima beban yang belum terbiasa.
Berbeda dengan kelelahan biasa, cedera jaringan lunak dapat disertai nyeri yang muncul tiba-tiba, bengkak, kaku, atau penurunan kemampuan bergerak.
Ngilu di sekitar lutut, panggul, atau pergelangan kaki yang disertai kaku dan bengkak dapat berkaitan dengan sendi. Pada osteoarthritis, misalnya, NIAMS mencatat bahwa nyeri dapat muncul saat sendi digunakan, sedangkan kekakuan sering terasa setelah bangun tidur atau beristirahat.
Rasa terbakar, tertusuk, kesemutan, mati rasa, atau kaki yang terasa lemah tidak sama dengan otot lelah biasa. NIDDK menjelaskan bahwa pola tersebut dapat ditemukan pada neuropati perifer, terutama pada penderita diabetes, dan terkadang terasa lebih berat pada malam hari.
Pegal atau rasa berat yang selalu muncul setelah berjalan pada jarak tertentu lalu mereda ketika berhenti dapat ditemukan pada penyakit arteri perifer.
NHLBI juga mencantumkan satu kaki yang lebih dingin, pucat, berubah warna, atau kebiruan sebagai gejala yang perlu diperhatikan.
Anda bisa kembali lagi ke artikel ini dengan informasi yang lebih singkat untuk memahaminya kapan saja dibutuhkan dari tabel berikut ini.
| Pola keluhan | Kemungkinan arah masalah | Langkah awal |
| Muncul setelah berdiri, berjalan, atau olahraga | Kelelahan atau ketegangan otot | Kurangi beban dan lakukan gerakan ringan |
| Timbul setelah terkilir atau gerakan mendadak | Cedera otot, tendon, atau ligamen | Gunakan kompres dingin |
| Terpusat pada lutut, pergelangan kaki, atau sendi lain | Gangguan pada sendi | Kurangi beban dan pantau pembengkakan |
| Terasa terbakar, kesemutan, atau mati rasa | Keterlibatan saraf | Hindari sekadar memijat |
| Muncul saat berjalan lalu reda saat berhenti | Kemungkinan gangguan aliran darah | Periksakan ke dokter |
| Satu kaki membengkak, merah, dan hangat | Tanda bahaya pembuluh darah | Segera cari bantuan medis |
Baca Juga: Kapan Sebaiknya Waktu yang Baik Merendam Kaki dengan Air Hangat?
Perawatan di rumah dapat dicoba apabila keluhan masih ringan, memiliki pemicu yang jelas, dan tidak disertai tanda bahaya. Anda tidak perlu melakukan semua cara sekaligus karena tindakan yang sesuai untuk otot kaku belum tentu tepat untuk cedera baru.
Hentikan sementara aktivitas yang membuat ngilu bertambah, seperti berlari, melompat, atau berdiri terus-menerus.
Istirahat relatif berarti mengurangi beban sambil tetap bergerak ringan selama tidak menimbulkan nyeri tajam. Jangan memaksakan kaki menopang tubuh jika terasa lemah atau tidak stabil.
Jika ngilu muncul setelah terkilir, benturan, atau gerakan mendadak dan disertai bengkak, gunakan kompres dingin yang dibungkus kain.
Jangan menempelkan es langsung pada kulit dan hentikan jika kulit terasa sangat kebas atau berubah warna. Pada cedera jaringan lunak yang baru terjadi, Better Health menyarankan menghindari panas serta pijatan kuat karena dapat menambah pembengkakan.
Air hangat dapat digunakan ketika kaki terasa kaku atau tegang setelah beraktivitas tanpa cedera baru, memar, kemerahan, maupun pembengkakan.Â
Johns Hopkins Medicine menjelaskan bahwa panas dapat membantu mengurangi kekakuan sendi dan spasme otot, tetapi tidak digunakan pada 48 jam pertama setelah cedera. Gunakan air yang hangat dan tidak menyengat, terlebih jika Anda memiliki diabetes atau gangguan sensasi pada kaki.
Untuk panduan persiapan dan durasinya, baca juga artikel Rheem mengenai waktu yang tepat merendam kaki dengan air hangat.
Gerakkan pergelangan kaki ke atas dan ke bawah, kemudian tekuk dan luruskan lutut dalam rentang yang nyaman. Peregangan dapat dilakukan sampai terasa tarikan ringan, bukan rasa sakit. Hentikan apabila timbul nyeri tajam, kesemutan yang semakin kuat, atau kaki terasa tidak stabil.
Jika kedua kaki terasa berat setelah berdiri lama, berbaringlah sejenak dan letakkan bantal di bawah tungkai. Cara ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan, bukan menggantikan pemeriksaan jika pembengkakan terus kembali atau hanya terjadi pada satu sisi.
Pijatan lembut dapat membuat otot yang lelah terasa lebih nyaman, tetapi hindari tekanan kuat pada satu titik.
Jangan memijat kaki yang bengkak, memar, merah, hangat, mati rasa, atau sangat sakit ketika disentuh. Pijatan juga tidak dapat mengatasi gangguan saraf maupun pembuluh darah.
Kaki ngilu tidak otomatis menandakan kekurangan magnesium, kalium, atau vitamin B. NIH Office of Dietary Supplements menjelaskan bahwa kram memang dapat ditemukan pada kekurangan magnesium, tetapi dalam banyak kasus disebabkan oleh faktor lain.
Konsultasikan penggunaan suplemen apabila keluhan sering berulang atau Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Baca Juga: Pahami Manfaat Berendam di Air Hangat dan Kapan Anda Paling Membutuhkannya
Setelah keluhan membaik, perhatikan kegiatan yang dilakukan sebelum rasa ngilu muncul. Tujuannya bukan menghindari aktivitas sepenuhnya, melainkan membantu kaki beradaptasi dan mengurangi beban yang berulang.
Ubah posisi secara berkala jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk atau berdiri lama. Berjalan singkat dan menggerakkan pergelangan kaki dapat membantu mengurangi kekakuan akibat mempertahankan posisi yang sama.
Gunakan alas kaki dengan ukuran yang tepat dan sesuai dengan jenis kegiatan. Jika ngilu selalu muncul setelah memakai sepatu tertentu, hentikan penggunaannya sementara dan amati apakah keluhan berkurang.
Jangan menambah jarak berjalan, durasi berlari, atau beban latihan secara mendadak. Beri kesempatan kepada otot dan sendi untuk beradaptasi, terutama setelah lama tidak berolahraga.
Tuliskan kapan ngilu muncul, bagian kaki yang terdampak, serta apakah keluhan terjadi pada satu atau kedua sisi. Catat pula adanya bengkak, perubahan warna, kesemutan, atau hubungan keluhan dengan jarak berjalan. Informasi tersebut dapat membantu dokter menilai keluhan apabila pemeriksaan diperlukan.
Setelah tiba di rumah, lepaskan alas kaki dan bandingkan kondisi kedua kaki sebelum langsung memijat atau merendamnya.Â
Jika tidak terdapat cedera atau tanda bahaya dan keluhan hanya berupa otot kaku, pilih satu langkah sederhana seperti gerakan ringan atau air hangat. Rutinitas yang singkat dan sesuai kondisi lebih mudah dilakukan secara konsisten daripada mencoba banyak cara sekaligus.
Baca Juga: Manfaat Air Hangat bagi Otot dan Sendi serta Tips Relaksasinya
Keluhan ringan setelah aktivitas biasanya dapat dipantau sambil mengurangi beban. Namun, pemeriksaan diperlukan ketika pola keluhan tidak lagi menyerupai kelelahan biasa.
Konsultasikan dengan dokter apabila kaki sering ngilu tanpa pemicu yang jelas, tidak membaik, atau semakin berat. Pemeriksaan juga diperlukan jika keluhan mulai mengganggu tidur, pekerjaan, keseimbangan, atau kemampuan berjalan.
Kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, kelemahan, luka yang sulit sembuh, atau satu kaki yang lebih dingin perlu diperiksa. Nyeri yang terus muncul saat berjalan dan mereda setelah berhenti juga tidak sebaiknya dianggap sebagai pegal biasa.
Menurut CDC, pembengkakan, nyeri tekan, rasa hangat, serta kemerahan pada satu kaki dapat ditemukan pada DVT atau bekuan darah vena dalam. Jangan memijat kaki dan segera cari pertolongan medis jika terdapat:
Sesak napas dan nyeri dada membutuhkan bantuan medis darurat karena dapat menjadi tanda bekuan darah telah mencapai paru-paru.
Ketika kaki hanya mengalami ketegangan otot setelah beraktivitas tanpa tanda cedera, air hangat dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi di rumah.Â
Kuncinya adalah menggunakan air hangat pada kondisi yang sesuai, bukan memperlakukannya sebagai solusi untuk semua jenis ngilu.
Rutinitas tersebut akan lebih mudah dilakukan apabila air hangat dapat tersedia tanpa harus memanaskan air berulang kali.Â
Water heater bukan obat atau alat kesehatan, tetapi dapat membantu menyediakan air hangat dengan suhu yang lebih konsisten untuk mandi dan kebutuhan keluarga lainnya.
Rheem menyediakan beragam pilihan water heater listrik rumah tangga dengan variasi kapasitas dan desain.
Pertimbangkan jumlah pengguna, pola pemakaian air hangat, serta ruang pemasangan agar produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan rumah.
Temukan produk Rheem melalui DVS World sebagai distributor resmi di Indonesia. Anda juga dapat menghubungi Rheem untuk memperoleh informasi dan membandingkan pilihan water heater sebelum menentukan unit yang tepat!
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan tidak menggantikan diagnosis atau penanganan dari tenaga kesehatan.
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability