Kompres dingin lebih sesuai untuk beberapa kondisi, sedangkan kompres hangat biasanya digunakan pada benjolan akibat sumbatan kelenjar kelopak mata.
Memilih jenis kompres tanpa mengetahui penyebabnya dapat membuat perawatan kurang efektif atau menunda penanganan yang dibutuhkan.
Kenali perbedaannya agar Anda dapat melakukan kompres dengan tepat dan mengetahui kapan mata perlu diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Mata bengkak dapat dipicu oleh penumpukan cairan setelah bangun tidur atau menangis, alergi, iritasi, kebiasaan mengucek mata, hingga benturan.
Bengkak yang disertai benjolan pada kelopak dapat berkaitan dengan bintitan atau kalazion, sedangkan kemerahan, nyeri, dan cairan dari mata mungkin mengarah pada infeksi.
Perhatikan lokasi bengkak, gejala penyerta, serta apakah keluhan hanya terjadi pada satu mata atau keduanya sebelum memilih kompres.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Kompres dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Relaksasi
Kompres dingin atau sejuk umumnya digunakan untuk mata sembap setelah bangun tidur, menangis, alergi ringan, iritasi, atau benturan ringan.
Suhu dingin membantu menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi penumpukan cairan untuk sementara sehingga area mata terasa lebih nyaman.
Gunakan kain bersih yang dibasahi air sejuk atau bungkus cold pack dengan kain, lalu hindari menempelkan es dan memberikan tekanan langsung pada bola mata.
Kompres hangat lebih sesuai ketika pembengkakan disertai bintitan atau kalazion akibat penyumbatan kelenjar pada kelopak mata.
Rasa hangat membantu melunakkan minyak yang menyumbat kelenjar sehingga benjolan dapat mengering atau mengalir secara alami.
Kain perlu terasa hangat dan nyaman, bukan panas, serta bintitan tidak boleh dipencet karena tindakan tersebut berisiko menyebarkan infeksi ke jaringan kelopak.
Baca Juga: Manfaat Mengompres Mata dengan Air Hangat!
Setiap penyebab mata bengkak membutuhkan jenis kompres dan perhatian yang berbeda. Cuci tangan terlebih dahulu, gunakan kain bersih, lalu pastikan suhu kompres nyaman sebelum ditempelkan pada mata yang tertutup.
Basahi kain bersih dengan air sejuk, peras sampai tidak menetes, lalu letakkan pada kelopak yang tertutup. Kompres selama beberapa menit tanpa menggosok atau menekan bola mata. Meninggikan posisi kepala saat tidur juga dapat membantu mengurangi cairan yang berkumpul di sekitar mata.
Tangisan dalam waktu lama dapat membuat pembuluh darah melebar dan cairan menumpuk di jaringan sekitar mata. Gunakan kompres sejuk untuk membantu meredakan rasa panas serta tampilan sembap. Hindari mengucek mata karena gesekan dapat menambah kemerahan dan iritasi.
Alergi biasanya menyebabkan kedua mata terasa gatal, berair, merah, atau membengkak. Kompres dingin pada mata tertutup dapat membantu mengurangi keluhan sambil Anda menjauh dari pemicu seperti debu atau bulu hewan. Segera cari pertolongan jika pembengkakan disertai sesak napas, pingsan, atau mata sulit ditutup.
Rendam kain bersih dalam air hangat, peras, lalu tempelkan pada kelopak selama sekitar 10â15 menit. Basahi kembali kain saat suhunya menurun dan ulangi beberapa kali sehari sesuai respons mata. Jangan memakai lensa kontak, riasan mata, atau mencoba memecahkan benjolan sendiri selama keluhan belum membaik.
Tempelkan kompres sejuk yang sudah dilapisi kain pada area sekitar mata tanpa menekan bola mata. Penggunaan kompres dapat membantu mengurangi pembengkakan, tetapi kondisi mata tetap perlu diamati setelah benturan. Segera periksakan diri jika muncul perdarahan, nyeri berat, sakit kepala, atau perubahan penglihatan.
Debu, asap, atau kebiasaan menyentuh mata dengan tangan kotor dapat memicu iritasi dan pembengkakan ringan. Istirahatkan mata, hentikan penggunaan lensa kontak, dan gunakan kompres sejuk untuk memberikan rasa nyaman. Jika mata terkena bahan kimia, segera bilas menggunakan air bersih setidaknya 15 menit dan cari pertolongan medis, bukan hanya melakukan kompres.
Kompres hanya menjadi perawatan pendukung dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan pada gangguan mata yang lebih serius.
Segera hubungi dokter apabila mata bengkak disertai nyeri berat, perubahan atau kehilangan penglihatan, sensitif terhadap cahaya, cairan kuning atau hijau, demam, sakit kepala berat, mata sulit digerakkan, atau pembengkakan yang memburuk dengan cepat.
Pertolongan medis juga diperlukan setelah benturan keras, luka tusuk, paparan bahan kimia, serta ketika keluhan tidak membaik atau terus berulang.
Baca Juga: Rekomendasi Water Heater Listrik 15 Liter Terbaik untuk Rumah Anda
Tidak semua mata bengkak membutuhkan air hangat. Ketika kompres hangat memang sesuai digunakan, seperti pada bintitan atau kalazion, kain perlu dibasahi kembali agar suhunya tetap nyaman selama proses kompres.
Ketersediaan air hangat yang stabil membuat kebutuhan tersebut lebih praktis tanpa harus memanaskan air secara manual berulang kali.
Water heater listrik Rheem dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan air hangat rumah tangga, mulai dari mandi hingga menyiapkan kompres, selama suhunya diperiksa dan disesuaikan sebelum menyentuh kulit sensitif di sekitar mata.
Rheem menyediakan pilihan water heater listrik dengan berbagai tipe dan kapasitas untuk kebutuhan hunian. Produk Rheem juga dilengkapi fasilitas pendaftaran garansi serta dukungan layanan purnajual.
Apabila unit memerlukan pemasangan, pemeriksaan, perawatan, atau perbaikan, hindari membongkar water heater secara mandiri. Hubungi layanan service water heater Rheem agar perangkat ditangani oleh teknisi profesional sesuai kebutuhan produk dan instalasinya.
Temukan water heater listrik Rheem yang sesuai dengan kebutuhan rumah Anda. Hubungi Rheem atau DVS World untuk mendapatkan informasi produk, konsultasi, instalasi, dan dukungan layanan profesional!
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability