Kondisi ini dapat membuat berjalan, menaiki tangga, bahkan berdiri terasa kurang nyaman selama beberapa hari.
Meski sering dianggap wajar, nyeri otot setelah berolahraga tidak selalu memiliki penyebab yang sama.
Memahami mengapa kondisi ini terjadi dapat membantu Anda menentukan langkah pemulihan yang tepat sekaligus mengenali kapan nyeri tersebut memerlukan perhatian medis. Berikut penjelasan selengkapnya!
Nyeri otot kaki setelah olahraga umumnya muncul karena otot bekerja lebih keras dibandingkan aktivitas sehari-hari.
Ketika tubuh beradaptasi terhadap beban latihan, jaringan otot mengalami perubahan kecil yang memicu proses pemulihan alami.
Beberapa penyebab yang paling sering meliputi:
Nyeri biasanya muncul 12â24 jam setelah olahraga dan mencapai puncaknya dalam 24â72 jam. Kondisi ini terjadi akibat mikro robekan pada serat otot sebagai bagian dari proses adaptasi.
Saat olahraga intensitas tinggi, tubuh menghasilkan berbagai zat sisa metabolisme yang dapat menimbulkan rasa pegal sementara. Sensasi ini umumnya berkurang setelah tubuh beristirahat.
Mengubah jenis olahraga, menambah beban latihan, atau meningkatkan durasi secara drastis membuat otot membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi.
Otot yang belum siap menerima beban latihan lebih rentan mengalami kekakuan setelah aktivitas selesai.
Baca Juga: Mandi Air Panas Sebelum Tidur? Ini Manfaat Nyatanya untuk Tubuh dan Pikiran
Dalam banyak kasus, nyeri otot setelah olahraga merupakan respons normal tubuh terhadap aktivitas fisik. Bahkan, kondisi ini sering menjadi tanda bahwa otot sedang beradaptasi terhadap latihan yang dilakukan.
Namun, penting untuk membedakan nyeri yang masih tergolong normal dengan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Nyeri yang masih dianggap normal biasanya memiliki ciri berikut:
Sebaliknya, apabila nyeri muncul secara tiba-tiba saat berolahraga, terasa sangat tajam, disertai pembengkakan besar, memar, atau membuat kaki sulit digerakkan, kondisi tersebut dapat mengarah pada cedera otot atau ligamen sehingga sebaiknya segera diperiksakan.
Walaupun nyeri otot biasanya akan membaik dengan sendirinya, beberapa langkah berikut dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan membuat tubuh kembali nyaman beraktivitas.
Beristirahat total justru dapat membuat otot terasa semakin kaku. Aktivitas ringan seperti berjalan santai atau bersepeda pelan membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan otot yang sedang pulih.
Cara ini sering disebut active recovery dan terbukti lebih efektif dibandingkan hanya berdiam diri.
Air hangat membantu meningkatkan sirkulasi darah sehingga otot yang tegang terasa lebih rileks.
Sensasi hangat juga dapat mengurangi rasa kaku, terutama pada paha, betis, dan pinggul setelah latihan. Waktu terbaik melakukannya biasanya setelah fase peradangan awal mulai mereda.
Pemulihan otot membutuhkan asupan protein sebagai bahan pembentukan kembali serat otot.
Di sisi lain, cairan membantu menjaga fungsi otot serta menggantikan cairan tubuh yang hilang selama berkeringat. Kombinasi keduanya berperan penting dalam mempercepat proses recovery.
Sebagian besar proses regenerasi jaringan terjadi saat tubuh beristirahat. Selama tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang membantu memperbaiki kerusakan kecil pada serat otot.
Karena itu, tidur selama 7â9 jam setiap malam memiliki peran penting dalam pemulihan.
Peregangan ringan dapat membantu mengurangi rasa kaku tanpa memberikan tekanan tambahan pada otot. Hindari gerakan memantul atau memaksa rentang gerak karena justru dapat memperburuk nyeri.
Banyak orang mengalami DOMS karena menaikkan beban latihan terlalu cepat. Menambah intensitas sedikit demi sedikit memberi kesempatan bagi otot untuk beradaptasi sehingga risiko nyeri berlebihan dapat dikurangi.
Tidak semua kelompok otot perlu dilatih setiap hari. Memberikan jeda latihan pada area yang sama membantu proses perbaikan jaringan berlangsung lebih optimal sehingga performa olahraga berikutnya juga meningkat.
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Kompres dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Relaksasi
Sekilas, DOMS dan cedera otot memang sama-sama menyebabkan rasa sakit. Namun, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penting untuk dikenali.
| Aspek | DOMS | Cedera Otot |
| Waktu muncul | 12â24 jam setelah olahraga | Saat olahraga berlangsung |
| Jenis nyeri | Pegal, kaku | Tajam atau menusuk |
| Pembengkakan | Ringan atau tidak ada | Dapat cukup besar |
| Durasi | 3â5 hari | Bisa berminggu-minggu |
| Aktivitas | Masih dapat bergerak | Sering kali sulit digunakan |
Apabila nyeri semakin berat, tidak membaik dalam beberapa hari, atau disertai kesulitan berjalan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Setelah rasa nyeri mulai berkurang, peregangan ringan dapat membantu mengembalikan fleksibilitas otot. Lakukan setiap gerakan secara perlahan tanpa memaksakan tubuh.
Gerakan ini membantu meregangkan otot paha depan yang sering bekerja keras saat berlari atau bersepeda. Tahan posisi selama 20â30 detik sambil menjaga tubuh tetap tegak. Hindari menarik kaki terlalu tinggi apabila masih terasa nyeri.
Hamstring yang kaku sering membuat langkah terasa berat setelah olahraga. Peregangan dilakukan dengan menjaga punggung tetap lurus sehingga tekanan lebih terfokus pada otot, bukan pada pinggang.
Otot betis bekerja hampir di setiap aktivitas, mulai dari berjalan hingga melompat. Peregangan menggunakan dinding dapat membantu mengurangi rasa tegang sekaligus meningkatkan rentang gerak pergelangan kaki.
Banyak orang mengabaikan otot fleksor pinggul padahal area ini berperan besar saat berlari. Peregangan yang tepat membantu mengurangi ketegangan pada paha bagian depan sekaligus memperbaiki postur tubuh.
Baca Juga: Manfaat Hidroterapi untuk Kesehatan Tubuh dan Jenis-Jenisnya
Nyeri otot kaki setelah olahraga umumnya merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh terhadap aktivitas fisik.
Dengan memahami penyebabnya, membedakan DOMS dan cedera, serta menerapkan langkah pemulihan yang tepat, Anda dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan tetap menjaga konsistensi berolahraga.
Salah satu cara yang banyak dipilih untuk membantu tubuh lebih rileks setelah berolahraga adalah mandi air hangat.
Kehangatan air dapat memberikan sensasi nyaman pada otot yang tegang sekaligus menjadi bagian dari rutinitas pemulihan setelah beraktivitas.
Agar kebutuhan air hangat di rumah selalu tersedia, Anda dapat memilih water heater listrik Rheem yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Produk Rheem tersedia dalam berbagai kapasitas sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga.
Untuk memperoleh produk asli, informasi spesifikasi, serta konsultasi pembelian, kunjungi DVS World sebagai distributor resmi Rheem di Indonesia.
Dengan begitu, Anda dapat menikmati kenyamanan air hangat setiap hari sebagai bagian dari rutinitas menjaga kebugaran dan kualitas hidup.
Tunggu apa lagi? Langsung hubungi Rheem untuk mendapatkan unit water heater yang Anda butuhkan!
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability