Kebiasaan sederhana seperti menatap layar terlalu lama, posisi tidur yang kurang tepat, atau ketegangan akibat stres dapat membuat otot leher bekerja terus-menerus.
Memahami penyebabnya akan membantu Anda memilih langkah yang lebih sesuai untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.
Ya, ketiga faktor tersebut merupakan penyebab yang paling sering memicu pegal pada leher bagian belakang.
Otot leher berfungsi menopang kepala sepanjang hari sehingga mudah mengalami ketegangan jika menerima beban yang terus-menerus atau berada dalam posisi yang kurang ideal.
Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:
Baca Juga: Cara Relaksasi dengan Air Hangat untuk Meningkatkan Kesehatan
Pegal pada leher biasanya akan berangsur membaik jika penyebabnya dapat dikurangi. Beberapa langkah berikut dapat membantu membuat otot leher terasa lebih rileks sekaligus mendukung proses pemulihannya.
Leher akan bekerja lebih ringan ketika kepala berada sejajar dengan bahu. Atur posisi monitor agar tidak terlalu rendah sehingga Anda tidak terus-menerus menunduk. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan yang menumpuk sepanjang hari.
Menatap layar ponsel dalam waktu lama meningkatkan beban pada otot leher. Luangkan waktu beberapa menit untuk mengubah posisi setiap 30â60 menit. Pergantian posisi membantu mengurangi tekanan yang terus-menerus pada otot.
Gerakkan kepala ke kanan, kiri, depan, dan belakang dengan perlahan tanpa dipaksakan. Peregangan ringan membantu meningkatkan fleksibilitas otot yang mulai kaku. Hentikan gerakan apabila muncul nyeri tajam atau rasa tertarik yang berlebihan.
Air hangat dapat membantu mengurangi ketegangan pada otot leher yang lelah. Sensasi hangat juga membantu meningkatkan aliran darah ke jaringan otot. Karena itu, banyak orang merasa leher lebih nyaman setelah mandi air hangat.
Bantal yang menopang kepala secara proporsional membantu menjaga posisi leher tetap sejajar dengan tulang belakang.
Posisi tidur yang tepat mengurangi tekanan pada otot selama Anda beristirahat. Dengan begitu, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan ketegangan yang terjadi sepanjang hari.
Saat stres, tubuh cenderung membuat otot leher dan bahu menegang tanpa disadari. Aktivitas relaksasi seperti latihan pernapasan atau meditasi dapat membantu mengurangi ketegangan tersebut. Mengelola stres juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pegal yang berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin berat memerlukan evaluasi lebih lanjut. Pemeriksaan membantu memastikan apakah keluhan berkaitan dengan otot, sendi, atau saraf. Penanganan yang sesuai akan diberikan berdasarkan penyebab yang ditemukan.
Baca Juga: Manfaat Air Hangat bagi Otot dan Sendi serta Tips Relaksasinya
Kompres hangat umumnya lebih sesuai untuk meredakan pegal akibat otot yang tegang karena membantu meningkatkan sirkulasi darah dan membuat otot lebih rileks.
Sementara itu, kompres dingin lebih dianjurkan pada 24-48 jam pertama setelah cedera atau jika terdapat pembengkakan karena dapat membantu mengurangi peradangan.
Bila nyeri disertai kesemutan yang menjalar ke lengan, kelemahan otot, atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sebagian besar kasus pegal leher berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari yang dilakukan berulang. Mengubah kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi beban pada otot leher dalam jangka panjang.
Semakin lama kepala menunduk, semakin besar beban yang harus ditahan oleh otot leher. Kebiasaan ini sering terjadi tanpa disadari ketika membaca pesan atau menonton video. Cobalah mengangkat ponsel sejajar dengan pandangan mata agar posisi leher lebih nyaman.
Otot membutuhkan perubahan posisi agar tidak terus bekerja dalam kondisi yang sama. Duduk terlalu lama membuat leher dan bahu menjadi lebih mudah kaku. Sisihkan waktu beberapa menit untuk berdiri atau berjalan secara berkala.
Beban yang diangkat menggunakan postur yang salah dapat meningkatkan tekanan pada leher dan bahu. Kondisi ini membuat otot bekerja lebih keras dibandingkan seharusnya. Gunakan teknik mengangkat beban yang benar agar distribusi beban lebih seimbang.
Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu tipis dapat mengubah posisi alami leher saat tidur. Akibatnya, otot tetap menegang selama beberapa jam. Pilih bantal yang menopang kepala tanpa membuat leher menekuk berlebihan.
Rasa kaku ringan sering menjadi sinyal bahwa otot membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jika terus dipaksakan beraktivitas, keluhan dapat bertambah berat. Memberikan jeda lebih awal membantu mencegah ketegangan yang berkepanjangan.
Pegal yang sering kambuh bukan selalu disebabkan oleh kelelahan biasa. Pada beberapa kondisi, keluhan dapat berkaitan dengan gangguan pada sendi atau saraf di area leher. Karena itu, pemeriksaan menjadi penting jika gejalanya semakin sering muncul atau mengganggu aktivitas.
Baca Juga: Kompres Air Hangat untuk Nyeri Punggung, Cara Ampuh Redakan Sakit
Pegal leher belakang sering kali dapat dikurangi dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari dan mengurangi ketegangan pada otot.
Selain menjaga postur, beristirahat yang cukup, serta melakukan peregangan, mandi air hangat juga dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk membantu tubuh terasa lebih nyaman setelah beraktivitas.
Supaya manfaat air hangat dapat dinikmati kapan saja tanpa perlu repot merebus air, memiliki sumber air hangat yang selalu siap digunakan menjadi pilihan yang lebih praktis.
Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menjaga kenyamanan tubuh setelah bekerja, berolahraga, atau menjalani aktivitas sehari-hari.
Rheem menyediakan berbagai pilihan water heater listrik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga.
Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau memilih produk yang sesuai, hubungi Rheem atau kunjungi DVS World sebagai distributor resmi Rheem!
Subscribe
At Rheem, we strive to innovate
best-in-class products to lead the industry
in
environmental improvements.
Sustainability